Thursday, June 9, 2011

Join-joinan

Hari ini, menjelang pulang si boss suruh cross check report. Terjadi 'gap' yang sangat tinggi soalnya.

Mulai query-queryan lagi. Ternyata masalahnya hanya antara inner join dan left join.


Mumpung baru ngerjain, dan ga akan ada juga yang marah kalau sedikit dioret-oret disini. Biar sekalian jadi catetan. heheehe.


Inner Join akan hanya menampilkan tabel sisi kiri yang datanya sama dengan data di pasangan joinnya yg disisi kanan.


Left (Outer) Join akan menampilkan semua isi tabel sisi kiri, walaupun data di pasangan joinnya yg disisi kanan nilainya tidak sama ataupun bernilai null.


Right (Outer) Join akan menampilkan semua isi tabel sisi Kanan, walaupun data di pasangan joinnya yg disisi kiri nilainya tidak sama ataupun bernilai null.


Cross Join akan menampilkan semua isi tabel sisi Kiri akan memiliki pasangan semua data disisi kanan.


Full (Outer) Join akan menampilkan semua isi tabel sisi kiri, walaupun datadi pasangan joinnya yg disisi kanan nilainya null dan sebaliknya.

Wednesday, June 8, 2011

Tempat Sampah


Pagi ini aku kembali lagi membaca "Tempat Sampah Bagi Yang Terkasih". Meski sudah pernah baca sebelumnya, tapi tetep memberi makna juga buatku.



Amsal 25:15; Galatia 5:16, 22-23
Suatu kali seorang anak berkata kepada ibunya, "Bu, Bapak ini aneh ya, cuma begitu saja jadi marah." Ketika itu penyebabnya hanyalah secangkir teh yang tidak manis, tidak seperti yang biasa disediakan istrinya ketika dia pulang kerja. "Ya, mungkin Bapak sedang banyak masalah sehingga memendam emosi di hatinya," jawab ibunya bijak. "Ya, tetapi kok Ibu yang dimarahi, kan itu tidak adil. Ibu kan hanya kurang menambahkan gula di minuman Bapak," sanggah anaknya. "Benar sih, Nak. Tetapi, mungkin saja Bapak tidak sempat mengeluarkan emosinya tadi. Dan, kita tidak berharap kan supaya Bapak marah-marah sama orang lain? Bisa lebih kacau jadinya," jelas ibunya. Sekalipun tidak puas mendengar penjelasan ibunya, anak itu hanya diam saja.Di hati kecil setiap manusia, tidak ada seorang pun yang mau dijadikan sasaran kemarahan orang lain. Tetapi, orang yang hidupnya dikuasai Roh Kudus akan mampu meredam setiap kemarahan orang. Seorang hamba Tuhan berkata, "90% lebih emosi seseorang dalam bentuk kemarahan dilampiaskan kepada orang-orang terdekat dan yang dikasihinya. Suami kepada istri dan anaknya, istri kepada suami dan anaknya, anak kepada orang tuanya." Hamba Tuhan ini memberi alasan bahwa mungkin saja seseorang tidak berani atau sungkan untuk marah kepada orang lain. Sehingga, tempat yang "enak" untuk marah adalah orang-orang terdekatnya. Hamba Tuhan lain berkata, "Kita harus memiliki hati bagaikan samudera, terutama bagi keluarga kita. Anda tahu samudera itu apa? Samudera adalah tempat yang bisa menetralkan setiap bangkai yang dibuang ke sana. Tidak ada bau bangkai di samudera. Hati kita juga harus bisa menampung "bangkai" keluarga kita, yaitu kemarahan dan kekesalan. Dan, menetralkan "bangkai" tersebut. Maksudnya supaya "bangkai" itu tidak dibuang ke tetangga." Memang terkesan tidak adil, tetapi itulah salah satu fungsi orang-orang yang berada di dalam satu keluarga. Daud, dia bisa garang kepada para musuhnya, tetapi dia bisa menerima kemarahan Absalom anaknya.Di satu sisi, kemarahan itu tidak dibenarkan, tetapi di sisi lain, seorang pasangan dan seorang anggota keluarga harus siap menjadi "tempat sampah" kemarahan tersebut. Penulis Amsal mencatat, "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota." (Ams 16:32). Itu berarti bahwa seseorang yang rela menjadi "tempat sampah" tersebut akan mempunyai kekuatan untuk menang, yaitu mengambil hati mereka yang marah, bahkan sanggup membawa keluarga dalam suasana damai sejahtera. Tetapi, untuk bisa demikian, dia harus hidup oleh Roh atau mau dibimbing Roh Kudus. Tentu kita ingin keluarga kita tenang dan nyaman. Maka, mulailah dari diri sendiri untuk mau hidup dibimbing Roh Kudus sehingga sanggup menampung perkataan dan tingkah laku yang tidak menyenangkan dari anggota keluarga yang lain.DoaBapa, aku ingin keluargaku damai sejahtera. Mulailah dari diriku ya Bapa dengan memberi kekuatan kepadaku untuk sanggup menampung kemarahan anggota keluargaku. Amin(Manna Sorgawi Edisi Juli 2010)



Sudah seharusnya memang tiap orang menjadi tempat sampah buat orang yang dikasihinya.

Kalaulah hati manusia itu seperti samudera atau lautan, jadi ingat kejadian tsunami baru-baru ini di jepang.

Bumi - daratan dan lautan.

Tsunami itu katanya terjadi karena patahan didasar laut, patahan itu mengakibatkan air naik ke daratan yang bisa menyapu bersih daratan.
Hati manusia itu seperti itu juga kali yah, sering menyimpan dan menjadi tempat pembuangan sampah. :). Lautan atau samudera itu tetap tenang dan diam. Akan tetapi ketika terjadi patahan lempengan tanah didasar laut, laut menyapu bersih daratan luas yang juga berperan mengantarkan sampah ke lautan. :).
Apa yang terjadi?
Sebagian orang menganggap itu kutukan atau takdir dari Tuhan atau manusia yang tidak bisa menjaga alam?
Meski kebanyakan orang marah ke lautan, tapi bumi tau, patahanlah yang membuat itu semua ternjadi.

Tapi aku suka satu pernyataan seorang korban letusan gunung merapi tahun lalu, aku lupa namanya dan detail perkataannya. Saat yang dia miliki sudah hancur, dan hanya menyisakan sedikit saja benih padi. Dia masih bisa bersyukur. Beginilah kira-kira "Tidak apa-apa, ini perlu untuk tetap menjaga keseimbangan. Karna meski yang maha kuasa telah mengambil apa yang kita miliki, tapi Dia tetap meninggalkan sesuatu agar kita bisa memulai kehidupan yang baru". :)

Tuesday, May 31, 2011

Jalan-jalan happy


Hari itu, 24 Mei 2011, seperti biasa kerjaan banyak. TITIK, ga pakai tanda seru.

Mulai pagi sampai siang jidat berkerut seperti kedutan digaun. :P. Menjelang sore masih sibuk dengan project pencil. Makin ngerut aja jidat, karna harus buat dan update TS. :D :D.

Jam 16.00 kerjaan selesai, tapi anak-anakku belum. Otomatis aku bingung mau ngapain. Dengan pasti, aku buka folder-folder e-book dan cerita. :P. Outlier dan Seven Habits adalah dua buku yang dari dulu pengen dibaca tuntas.

Pertama singgah di foldernya Outlier, bahasa inggris boooookkk. Kepalaku garut-garut lagi untuk kesekian kalinya. Tidak menyenangkan.

Persinggahan kedua, Seven Habit. Sama saja bahasa inggris, tapi daripada ga ada yang dibaca, terpaksa dach baca juga. Perjuangan banget emang bacanya. Beda atitude, aptitude, dan altitude? Sudah pasti keluarga besar google jadi tempat persinggahan berikutnya untuk bertanya. :P.

Boss yang di blue room tiba-tiba nanya lagi ngapain(pasti karna mau tenggo ini). Xixixiixi.
"Lagi baca Seven Habit, perjuangan banget ini google dan google translate mulu ini.... :("

Akhirnya malam sepulang dari kantor, *moga bisa pulang sore sekarang dari kantor*, kita makan dan boss tadi ngajak ke gramedia. :P.

Aku paling suka ke gramedia. Banyak hal lucu yang bisa didapat disana. Banyak hal baru disana yang bisa dijadikan pelajaran.

SA : Neh (Sambil serahin dompet dan HP)
AG : Kenapa? (Masukin Dompet dan HP ke kantong)
SA : Biar aku bebas bergerak.
AG : Iiiiiiiihhhhhhhhhh, dasar.

Hehhehehehhehehehe.

Setelah ke komputer terdekat, untuk search SEVEN HABITS versi indonesianya, ternyata stok kosong. Jadilah kita cari OUTLIER, kebetulan masih banyak stoknya. Dan ternyata ada 3 buku lagi temennya buku OUTLIER itu.


AG : Mau?
SA : Hehehhe, serius ini? Semua?
AG : Iyah beli aja sekalian semua.

Huahhahhahahhaha, pengen guling-guling rasanya saking senangnya. akhirnya setelah sekian lama. Aku dihadiahin bukunya. :P. Dan ini buku pertama ku ditahun ini, udah sangat lama tidak beli buku lagi, terakhir keempat seri novel 'tiga negara' yang dibeli pertengahan tahun lalu. :).

Thx so much!!!!!!!!!

*Tapi sepertinya ini sogokan, biar dua hari yang lalu aku gak marah waktu dia mau beli buku kesukaannya. Biar mataku ga melotot sambil bilang 'buku yang lom dibaca dan masih diplastikin kan masih banyak!!!!!'..... uuuuuuuuuugggggghhhhhhhhhh*

Berhubung waktu masih ada sekitar 45 menitan sebelum gramedia tutup. Kita baca buku neh. Masing-masing cari buku yang disukai. Aku tetep cari buku-buku karya MALCOLM GLADWELL yang udah dibuka plastiknya, dan ketemu sama Tripping Point.

Coba tebak apa yang dia lakukan???

yah.. yah.. yah..
Pergi ke rak buku yang berisi buku kesukaannya. Berhubung buku-buku yang dia sukai masih diplastikin. Dan ada peringatan keras dikertas kecil di rak itu untuk tidak membuka plastik dan membaca buku itu. Tapi tetep saja dia buka plastiknya (Hehhehehhehehe, contoh yang tidak bener ini dan ga patut dicontoh) dan datang kesebelahku untuk membaca bersama. :).

Dan dengan bangga dan tertawa puas dia mengakuinya!!!!!

Hehehhehehehheheeee.

Coba tebak siapa lagi baca apa?



Dan ketika yang satu sedang sibuk cerita tentang buku yang dibacanya yang satu sibuk dengan kamera kecilnya.



Inilah jalan-jalan happy versi kita. hehehhehehhehe.. tiap hari lucu dan lucu dan lucu... meski diselingi kekesalan dan kerjaan yang banyak...

Friday, May 13, 2011

Berlari Cepat

Sudah lama tidak coret-moret lagi. Hehehehe, saatnya memulai lagi apa yang sempat tertunda dan terlupakan.

Pernah melakukan perjalanan panjang?

Apa yang dihasilkan dari perjalanan itu?

Di setiap perjalanan akan selalu ada rasa lelah dan ingin segera sampai ke tujuan?
Dengan hal apa orang-orang mengatasi ini dan tetap sabar menjalaninya hingga sampai tujuan?
Orang-orang memilik cara yang berbeda mengatasinya. :)

Semenjak orang tuaku pindah tugas ke Aek Nabara, yang kalau kesana harus ajubileh sulitnya dari posisi aku sekarang (menurutku, karna kalau ke sana dari Rantau Parapat lancar-lancar saja dan hanya butuh waktu 15 - 30 menit. :P, hukum relatif menempati posisi teratas neh.. heheheeheh).
Pertama kali pulang kesana, melalui Pekanbaru tentunya karna aku pikir lebih dekat. :P. Belum pernah ke Pekanbaru sebelumnya, dan memang sedikit sulit. Perjalanan Pekanbaru - AekNabara kalau ga salah tengah malam itu, karna baru dapat bisnya. :P.
Awalnya aku kira, hanya 3-5 jam tapi ternyata.... Hehehehehe.
Dibis juga tak tenang, Sedikit berisik dan aroma-aroma tidak sedap di idung. :). Terlebih karena rasa waswas, kalau bukan orang dekat yang duduk disebelahku. Situasi jalanan lancar, meski sedikit rusak. Malam gelap diluar, ada beberapa waktu hujan lebat. Sebelumnya aku tidak pernah perjalanan lintas timur atau lintas barat sumatra yang sering orang bicarakan, perjalanan itu memberikan sedikit gambaran buatku. Awalnya yang aku bayangkan dapat bis nyaman, tapi ternyata bisnya penuh dengan sedikit 'bangku tempel'. Kasihan juga keluarga yang disebelahku, bawa bayi. Bayinya nangis-nangis mulu. Belum lagi si bapak suka marah-marah dengan logat khas Medan tentunya. Dan entah kenapa aku masih saja kaget mendengarnya. Hehehehhe.
2 jam sebelum nyampe AekNabara, air mata ku sudah menetes. Lama bener nyampenya...... Kesal... Emosi... Mungkin juga karna sehari sebelumnya aku masih lelah karna kerjaan dan kuliah, jadi sensitif. Hehehehehehe.

Masih jamnya orang tidur, pastinya mamaku masih tidur juga tentunya. Aku sms mama dengan nada emosi "Mam, jauh kali ini. Masih lama lagi kah?". Kagetnya, mamaku langsung bales "Iyah boru, sabar. 1-2 jam lagi itu." Meski dijawab seperti itu, ada kelegaan di hatiku kalau ditempat tujuanku ternyata ada orang yang tetap dengan siaga menantikan kedatanganku, berdoa untukku, dan tetap berjaga untukku.

Aku kembali semangat dan menghapus air mataku. Air mata cengeng, 4 tahun lalu. Hehehehe.

Sampai dirumah, pelukan hangat dan sarapan sudah menantiku. Dan tak hanya itu tidur dan tidur dan tidur. Itu yang ku butuhkan. :D :D :D :D. Tapi terlebih suasana rumah, kedamaian dan sejahtra yang masih hanya ku temukan jika kita sekeluarga berkumpul. :).

Gimana perjalanannya?
Melelahkan itu pasti. Nyesal? Enggak. Karna semua kelelahan itu terbayarkan dan terlebih lagi aku sendiri yang salah. Disuruh lewat Medan dan naik kereta. Aku malah memilih lewat Pekanbaru dengan alasan pengen merasakan gimana itu jalur-jalur sumatra. Belum cukup tangguh melalui hal seperti itu. :D :D :D. Dan itu memang jadi perjalanan Pekanbaru - AekNabara pertama dan terakhir ku hingga saat ini. Hehehehehe.

Sama seperti ditiap perjalanan, yang mungkin setiap orang juga memaknainya berbeda.
Kebanyakan orang akan berusaha memaknainya. Meski berjalan begitu cepat, jangan pernah untuk tidak mendengar apa yang harusnya didengar dan melihat apa yang harusnya dilihat. Terlebih memaknai apa yang seharusnya dimaknai. Waktu sunyi akan membantu menemukan siapa, tujuan, dan untuk siapa, untuk apa, terlebih bagaimana; sebenernya sebuah perjalanan. Tiap orang juga harus cukup besar hatinya untuk mengakui tiap kekurangannya. Tiap orang juga harus cukup cerdas dan dewasa hatinya untuk berlapang dada menerima konsekwensi dari tiap hal. Dan tiap orang juga harus memiliki hati yang kuat dan gagah untuk mengoreksi dan tidak mengulangi lagi kesalahan di tiap perjalanan itu.

Pagi ini menulis ini tiba-tiba iTunesnya mainin lagu "Careful - Michelle Featherstone". What a morning!!!!!

It's the little things
They pulled me in and I'm defenceless
I try to ignore like I've done before but it's just useless 
I've made up my mind that I'm gonna let you in
And I'm not afraid but I have to say
This is gonna hurt if it ever ends
But somehow you out shattered my defence
This is gonna hurt if it ever starts
So promise you'll be careful with my heart
It's the things you do
They made me fall hard for you and I can't help it
And it's every day that I feel this way
So just don't stop it
I've made up my mind that I'm gonna let you in
And I'm not afraid but I have to say
This is gonna hurt if it ever ends
But somehow you out shattered my defence
This is gonna hurt if it ever starts
So promise you'll be careful with my heart
I won't make excuses
They just all seem useless
You don't have the time
I guess I'll take my chances now that I know love is on the line
This is gonna hurt if it ever ends
But somehow you out shattered my defence
This is gonna hurt if it ever starts
So promise you'll be careful with my heart
Careful with my heart
Careful with my heart

Sunday, November 21, 2010

Burung Pipit yang Kecil



Malam ini, entah mengapa untuk kesekian kalinya aku menyanyikan kembali lagu 'Burung Pipit yang kecil'. Yang dari kidung jemaat itu loch! :).

Pernah lihat burung pipit?

Oh sudah tentu.

Pertama kali melihatnya itu di Laehole - Sidikalang. Bersarang di gereja sebelah rumah dan tentu saja di pohon mangga yang didepan rumah kami waktu itu.

Warnanya campuran banyak coklat, coklat muda hingga coklat tua sekali (hehehehe, sedikit tidak mengerti jenis-jenis warna :P). Kakinya kecil banget, kalau mataku melihat sih, masih lebih kokoh ranting pohon mangga itu. terus kepalanya kecil banget, kalau pakai tehnik putar kepala ala film action, ga pakai tenaga lebih 'habang hosa i'. :P. Rapuh dan lemah memang kelihatannya. Pernah suatu kali adikku nakal, dia mengambil telur burung pipit yang ada disangkarnya. Dan baru kali ini aku melihat telur mentah sekecil itu dengan cangkang telur yang tipis. Oh God, kenapa tega menciptakan mahluk selemah ini?

Tapi mahluk kecil ini perlu diacungin jempol. Napa?

Buat sangkar bisa dengan mengandalkan paruh lemahnya dan sayap kecilnya. Pintar bukan mereka? Bisa bangun rumah sendiri. Cita-cita bawaan lahir burung sepertinya 'arsitektur'. LOL. ;P. Gigih banget yah dan mandiri (Emang burung pernah mandi sendiri?? LOL :D).

Saban hari pulang sekolah dulu waktu SD, setiap kali anak-anak burung itu teriak-teriak kelaparan. Ibunya langsung datang memberi makan. Bertanggung jawab banget dan tepat waktu neh Mama pipit. :).

Dengan mengandalkan fisik kecil dan lemah mereka masih bisa mencukupi kebutuhan mereka. Sandang dan pangan.

Burung pipit yang kelihatan rapuh ini, bisa menemukan tempat yang tepat membangun sarangnya agar tidak terlalu membahayakan jika hujan dan cukup sinar matahari dan udara. Sepertinya Tuhan sudah melengkapi burung dengan insting 'tata kota' yang benar. LOL.

Mungkin untuk tujuan ini jugalah mereka diciptakan.

Agar kita, lebih tepatnya aku sih, bisa bercermin ke papa pipit dan mama pipit dan pipit. :P.

Begitu banyaknya kelebihan yang ku punya dibanding beliau-beliau 'pipit' (:)), tapi mengapa justru aku tidak bisa sabar dan gigih dalam hidupku. Aku kadang lalai dalam tanggung jawab yang ku terima. Tak dapat mengelola waktu, pikiran, dan hatiku dengan tepat. Kadang tak dapat memilah-milah mana yang terpenting diantara yang penting.

Terkadang ego yang lebih diutamakan sehingga harus mengorbankan orang lain. :).

Hidup yang indah ketika ku tersadar akan hal ini, dan ternyata aku belum ada apa-apanya jika dibandingkan burung pipit itu.

Thx God buat pelajaran hari ini