UML aplikasi ATM dapat diakses pada http://jdjua.com/uml.htm. UML beserta penjelasan lainnya yang dibutuhkan.
Friday, March 27, 2009
Tugas ANAPERSIL
Wednesday, March 11, 2009
I'm sorry
Aku minta maaf buat temen-temen atau semua orang yang merasa aku cuekin karena telepon ato sms ndak aku bales.
Beberapa waktu yang lalu, aku di-misscalli lebih dari 20 nomor dalam 1 malam dan itu buat aku ga bisa tidur. Lom lagi kata-kata sms mereka yang sedikit 'menjijikkan'. Aku merasa diteror hingga dua minggu. Bahkan jam kerja pun mereka tetep saja menggangguku.
Awalnya sih aku masih baik, nomor pertama yang nelpon aku angkat.
"Hallo..." sapaku.
"Hallo.. ini siapa?" tanya dia balek.
"Maaf nomor kamu ga da di HP aku, justru aku neh yang bingung ini siapa." ujar ku
"Oooo... aku dapat nomor kamu dari internet. Kamu pernah make internet gak sih??" tanyanya lagi.
Aje gile.... neh anak basi banget. Langsung aku matiin saja. Terlalu basi dan norak untuk ngajak berkenalan. Setelah aku matiin HP tiba-tiba dia SMS lagi minta kenalan, kebetulan aku lagi banyak kerjaan dan lumayan diburu deadline. Aku lom balas, dan disitu lah awalnya.... banyak nomor mulai nelpon-nelpon.
Gila juga tu anak, pura-pura salah sms lagi, pura-pura buat sms nyasar. Buat puisi-puisi dan kata mutiara lagi. NGA TAMMAT AU DISI KEDAN, NDANG BOI BE OTO-OTOONMU AU. hehhehe
Karena memang aku ga suka, aku ga pernah ngangkat telepon ato bales smsnya.
Saking emosinya dan merasa terganggu, tiap kali nomor-nomor itu nelpon, aku kasih sama temen-temen yang dikantor ngangkatnya, kebetulan sebelah kiri dan kananku cowok.
Yang nelpon mulai berkurang. Dan aku ga pernah diteror lagi tiap malam.
Telpon-telpon tu berhenti ketika....
Pulang kuliah ku naik motor ma si Uncle. Aku lagi sms-an ma temen, tiba-tiba salah satu nomor itu nelpon dan ga sengaja ke angkat. Dengan emosi yang udah sampe ke ubun-ubun dan sebel yang tiada terkatakan lagi, aku jawab dengan sedikit ketus dan ga peduli.
"Hallo, ini siapa?" tanya ku
"Hallo, ini siapa?" dia malah balek nanya
"Loh, situ kan yang mulai nelpon-nelpon dan sms-sms aneh. Sok ga tau lagi. Ini siapa?"
"oooo. Aku dapat nomor kamu dari internet. Boleh kenalan?"
"Basi banget sih... ini siapa hah??? dapat nomor ku dari siapa??" Bener-bener emosi tuh aku, dan otomatis logat medan alias batak ku yang keras keluar dech.
Dari telepon ku dengar dia ngobrol dengan temannya "Ooohhhhh.... aduh gawat.... orang batak dia ternyata... pake ngancam lagi..."
Aku diam saja. Terus dia bilang lagi "Boleh kenalan ga?"
Dengan ketus aku jawab "Basi banget. Ga boleh". Telepon ku tutup.
Sejak itu telepon aneh seperti itu ga pernah ada lagi.
Hal yang paling aneh buatku, pertama napa yah bisa sampe 20 lebih nomor menghubungi aku pada hari yang sama dengan cara yang sama yakni sms sok nyasar dan sok puitis dan satu lagi sms 'menjijikkan' seakan-akan aku cewek yang ga bener? (Emosi banget neh aku!!!)
Kedua, semua alasannya sama.
Ketiga, darimana yah bisa ngumpulin nomor sebanyak itu?
Aku orangnya suka berkenalan dengan siapapun, tapi bukan dengan cara itu.
Aku minta maaf buat temen-temen aku yang sms atau teleponnya tak kuangkat ato ku balas. Kalau nomornya belum terdaftar di handphone q tentunya tak akan ku angkat. Jadi klo baru ganti nomor ato teleponnya tak kunjung ku angkat, sms saja dlu trs cantumin nama. Hehehhe. Maaf yah and thx buat pengertiannya.
Beberapa waktu yang lalu, aku di-misscalli lebih dari 20 nomor dalam 1 malam dan itu buat aku ga bisa tidur. Lom lagi kata-kata sms mereka yang sedikit 'menjijikkan'. Aku merasa diteror hingga dua minggu. Bahkan jam kerja pun mereka tetep saja menggangguku.
Awalnya sih aku masih baik, nomor pertama yang nelpon aku angkat.
"Hallo..." sapaku.
"Hallo.. ini siapa?" tanya dia balek.
"Maaf nomor kamu ga da di HP aku, justru aku neh yang bingung ini siapa." ujar ku
"Oooo... aku dapat nomor kamu dari internet. Kamu pernah make internet gak sih??" tanyanya lagi.
Aje gile.... neh anak basi banget. Langsung aku matiin saja. Terlalu basi dan norak untuk ngajak berkenalan. Setelah aku matiin HP tiba-tiba dia SMS lagi minta kenalan, kebetulan aku lagi banyak kerjaan dan lumayan diburu deadline. Aku lom balas, dan disitu lah awalnya.... banyak nomor mulai nelpon-nelpon.
Gila juga tu anak, pura-pura salah sms lagi, pura-pura buat sms nyasar. Buat puisi-puisi dan kata mutiara lagi. NGA TAMMAT AU DISI KEDAN, NDANG BOI BE OTO-OTOONMU AU. hehhehe
Karena memang aku ga suka, aku ga pernah ngangkat telepon ato bales smsnya.
Saking emosinya dan merasa terganggu, tiap kali nomor-nomor itu nelpon, aku kasih sama temen-temen yang dikantor ngangkatnya, kebetulan sebelah kiri dan kananku cowok.
Yang nelpon mulai berkurang. Dan aku ga pernah diteror lagi tiap malam.
Telpon-telpon tu berhenti ketika....
Pulang kuliah ku naik motor ma si Uncle. Aku lagi sms-an ma temen, tiba-tiba salah satu nomor itu nelpon dan ga sengaja ke angkat. Dengan emosi yang udah sampe ke ubun-ubun dan sebel yang tiada terkatakan lagi, aku jawab dengan sedikit ketus dan ga peduli.
"Hallo, ini siapa?" tanya ku
"Hallo, ini siapa?" dia malah balek nanya
"Loh, situ kan yang mulai nelpon-nelpon dan sms-sms aneh. Sok ga tau lagi. Ini siapa?"
"oooo. Aku dapat nomor kamu dari internet. Boleh kenalan?"
"Basi banget sih... ini siapa hah??? dapat nomor ku dari siapa??" Bener-bener emosi tuh aku, dan otomatis logat medan alias batak ku yang keras keluar dech.
Dari telepon ku dengar dia ngobrol dengan temannya "Ooohhhhh.... aduh gawat.... orang batak dia ternyata... pake ngancam lagi..."
Aku diam saja. Terus dia bilang lagi "Boleh kenalan ga?"
Dengan ketus aku jawab "Basi banget. Ga boleh". Telepon ku tutup.
Sejak itu telepon aneh seperti itu ga pernah ada lagi.
Hal yang paling aneh buatku, pertama napa yah bisa sampe 20 lebih nomor menghubungi aku pada hari yang sama dengan cara yang sama yakni sms sok nyasar dan sok puitis dan satu lagi sms 'menjijikkan' seakan-akan aku cewek yang ga bener? (Emosi banget neh aku!!!)
Kedua, semua alasannya sama.
Ketiga, darimana yah bisa ngumpulin nomor sebanyak itu?
Aku orangnya suka berkenalan dengan siapapun, tapi bukan dengan cara itu.
Aku minta maaf buat temen-temen aku yang sms atau teleponnya tak kuangkat ato ku balas. Kalau nomornya belum terdaftar di handphone q tentunya tak akan ku angkat. Jadi klo baru ganti nomor ato teleponnya tak kunjung ku angkat, sms saja dlu trs cantumin nama. Hehehhe. Maaf yah and thx buat pengertiannya.
Thursday, March 5, 2009
Mandodong
Beginilah nasih diriku kalau lagi ndak mood kerja.. mandodong.....
Minggu lalu, hampir stress karena ngerjain deadline yang masih lama dan tak ditentukan, but harus selesai. Dan hari ini mandodong dikantor. Disuruh refaktoring code. Aku paling sebel sama kerjaan yang satu neh... malas banget... hhhhhheeeeeeeeeeeeeeeeeeeeehhhh da 1 minggu ga da kemajuan.. ndak semangat awak ngerjainnya.... OMG... mandodong yang mandodongon awak neh......
Minggu lalu, hampir stress karena ngerjain deadline yang masih lama dan tak ditentukan, but harus selesai. Dan hari ini mandodong dikantor. Disuruh refaktoring code. Aku paling sebel sama kerjaan yang satu neh... malas banget... hhhhhheeeeeeeeeeeeeeeeeeeeehhhh da 1 minggu ga da kemajuan.. ndak semangat awak ngerjainnya.... OMG... mandodong yang mandodongon awak neh......
Wednesday, March 4, 2009
Don't worry about a thing
Pernah denger lagunya BOB MARLEY yang ada liriknya seperti judul itu ga yah? Judul sebenernya sih "Three little birds". Liriknya mirip lagu "Burung Pipit yang Kecil". Ku suka banget denger lagu itu.
Banyak hal yang terjadi di hidup ini yang selalu ku tuliskan "Don't worry about a thing, cause every little thing just gonna be alright". Berlebihan kah?
Nope at all.
Hari senin subuh, tanggal 2 Maret 2009, rumah opung aku (ortunya papaku kebakaran). Aku baru tau kabarnya tadi malam waktu kuliah. Lima buah rumah habis terbakar, rumah opungku beserta dua rumah disebelah kanan dan dua rumah disebelah kirinya.
Ada banyak hal yang tidak ku setujui tentang keluargaku, ku pernah berdoa sampai nangis tersedu-sedu about it. Sulit ku rasa, bahkan papaku sendiri sebagai anak sulung dan seorang pelayan tak pernah didengar lagi. Opung aku tinggal sendiri, meski usianya sudah memasuki usia 70 tahun, tapi opung masih kuat. Maklumlah dari dulu sampai sekarang tetep bertani dan bertani. Itu semua dilakukan sendiri dengan bantuan teman-temannya.
Kembali ke cerita kebakaran, rumah opungku tu terbuat dari papan dan setengahnya beton. Dapur itu papannya udah pada lapuk. Antara isi rumah opungku dan tetangga hanya dibatasin papan itu.
Hidup emang sulit. Tetangga opung masih menggunakan kayu untuk masak, itu juga bukan dibeli, cari sendiri. Dan jika lagi beruntung, mereka akan 'mengambil' tongkol-tongkol jagung dari rumah-rumah orang yang habis panen jagung, kemudian tongkol-tongkol jagung itu digunakan sebagai kayu bakar. Hidup emang susah, penuh perjuanagan.
Minggu malam itu, 1 Maret 2009, tetangga sebelah masak pake tongkol-tongkol jagung lagi. Opungku sempat bilang "Eda, ai siram dohot aek jo bara ni api i, mabiar iba" yang artinya adalah bara apinya tolong disiramin soalnya agak waswas gitu. Beliau hanya jawab "Olo Eda, ai mangaloppa tes dope" yang artinya iyah bentar lagi mau masak air.
Dan entah apalah yang terjadi, tongkol jagung yang masih membara oleh api dibiarin nempel di dinding papan yang sudah tua. Alhasil, api mulai menyala-nyala. Orang yang jadi sumber api udah menjerit-jerit "Sian au do apion dabooooooooohhh" yang artinya api ini berasal dariku.
Opung aku yang udah tidur, langsung bangun. Dan mulai padamin api, angkat seember air nyiram-nyiram apinya. Karena air di ember habis, opung ambil satu ember air lagi, eh apinya udah diatas opungku. Tapi opungku terus aja nyiramin air ke api tuh (Opungku emang orang tua-tua yang super.. hehhehe), karna api makin tinggi, opung naik meja sambil nyiram-nyiram air. Sementara para tetangga sudah pada nyelamatin barang-barang dari rumah.
God is soo good, ada seorang lelaki yang masuk ke rumah opung nyadarin opung kalau api tak akan bisa dipadamin, lebih baik nyelamatin barang dan cepet keluar. Meski opung bersikeras, tapi orang itu akhirnya 'menyeret' opung keluar dari api. Karena klo hal itu terlambat dilakukan bisa saja opung 'terpanggang' disana.
Semuanya habis terbakar, tak menyisakan apapun.
Kemaren papa q nelpon kasih kabar meski agak takut, soalnya takut aku syok dan napa-napa. Suara papaku masih parau.
Tapi ada satu hal yang aku sehati dengan papa dan mamaku karna kejadian minggu kemaren.
HAL ITU PASTINYA SEBUAH PELAJARAN DARI TUHAN. Aku sih senang-senang saja dan bersyukur itu terjadi. Pertikayan yang ada diantara adik-adik papaku tadi malam berakhir, orang yang selama ini cueknya ajubileh akhirnya mencair.
Api yang membakar dan menghanguskan semuanya, tapi api itu juga menghangatkan jiwa-jiwa yang selama ini membeku.
Thx God buat kebakaran itu.
------------
KJ. 385 BURUNG PIPIT YANG KECIL
1. Burung pipit yang kecil dikasihi Tuhan.
Terlebih diriku dikasihi Tuhan.
2. Bunga bakung di padang diberi keindahan.
Terlebih diriku, dikasihi Tuhan.
3. Burung yang besar, kecil, bunga indah warnannya,
satu tak terlupa, oleh Penciptanya.
Banyak hal yang terjadi di hidup ini yang selalu ku tuliskan "Don't worry about a thing, cause every little thing just gonna be alright". Berlebihan kah?
Nope at all.
Hari senin subuh, tanggal 2 Maret 2009, rumah opung aku (ortunya papaku kebakaran). Aku baru tau kabarnya tadi malam waktu kuliah. Lima buah rumah habis terbakar, rumah opungku beserta dua rumah disebelah kanan dan dua rumah disebelah kirinya.
Ada banyak hal yang tidak ku setujui tentang keluargaku, ku pernah berdoa sampai nangis tersedu-sedu about it. Sulit ku rasa, bahkan papaku sendiri sebagai anak sulung dan seorang pelayan tak pernah didengar lagi. Opung aku tinggal sendiri, meski usianya sudah memasuki usia 70 tahun, tapi opung masih kuat. Maklumlah dari dulu sampai sekarang tetep bertani dan bertani. Itu semua dilakukan sendiri dengan bantuan teman-temannya.
Kembali ke cerita kebakaran, rumah opungku tu terbuat dari papan dan setengahnya beton. Dapur itu papannya udah pada lapuk. Antara isi rumah opungku dan tetangga hanya dibatasin papan itu.
Hidup emang sulit. Tetangga opung masih menggunakan kayu untuk masak, itu juga bukan dibeli, cari sendiri. Dan jika lagi beruntung, mereka akan 'mengambil' tongkol-tongkol jagung dari rumah-rumah orang yang habis panen jagung, kemudian tongkol-tongkol jagung itu digunakan sebagai kayu bakar. Hidup emang susah, penuh perjuanagan.
Minggu malam itu, 1 Maret 2009, tetangga sebelah masak pake tongkol-tongkol jagung lagi. Opungku sempat bilang "Eda, ai siram dohot aek jo bara ni api i, mabiar iba" yang artinya adalah bara apinya tolong disiramin soalnya agak waswas gitu. Beliau hanya jawab "Olo Eda, ai mangaloppa tes dope" yang artinya iyah bentar lagi mau masak air.
Dan entah apalah yang terjadi, tongkol jagung yang masih membara oleh api dibiarin nempel di dinding papan yang sudah tua. Alhasil, api mulai menyala-nyala. Orang yang jadi sumber api udah menjerit-jerit "Sian au do apion dabooooooooohhh" yang artinya api ini berasal dariku.
Opung aku yang udah tidur, langsung bangun. Dan mulai padamin api, angkat seember air nyiram-nyiram apinya. Karena air di ember habis, opung ambil satu ember air lagi, eh apinya udah diatas opungku. Tapi opungku terus aja nyiramin air ke api tuh (Opungku emang orang tua-tua yang super.. hehhehe), karna api makin tinggi, opung naik meja sambil nyiram-nyiram air. Sementara para tetangga sudah pada nyelamatin barang-barang dari rumah.
God is soo good, ada seorang lelaki yang masuk ke rumah opung nyadarin opung kalau api tak akan bisa dipadamin, lebih baik nyelamatin barang dan cepet keluar. Meski opung bersikeras, tapi orang itu akhirnya 'menyeret' opung keluar dari api. Karena klo hal itu terlambat dilakukan bisa saja opung 'terpanggang' disana.
Semuanya habis terbakar, tak menyisakan apapun.
Kemaren papa q nelpon kasih kabar meski agak takut, soalnya takut aku syok dan napa-napa. Suara papaku masih parau.
Tapi ada satu hal yang aku sehati dengan papa dan mamaku karna kejadian minggu kemaren.
HAL ITU PASTINYA SEBUAH PELAJARAN DARI TUHAN. Aku sih senang-senang saja dan bersyukur itu terjadi. Pertikayan yang ada diantara adik-adik papaku tadi malam berakhir, orang yang selama ini cueknya ajubileh akhirnya mencair.
Api yang membakar dan menghanguskan semuanya, tapi api itu juga menghangatkan jiwa-jiwa yang selama ini membeku.
Thx God buat kebakaran itu.
------------
KJ. 385 BURUNG PIPIT YANG KECIL
1. Burung pipit yang kecil dikasihi Tuhan.
Terlebih diriku dikasihi Tuhan.
2. Bunga bakung di padang diberi keindahan.
Terlebih diriku, dikasihi Tuhan.
3. Burung yang besar, kecil, bunga indah warnannya,
satu tak terlupa, oleh Penciptanya.
BOB MARLEY lyrics - “Three Little Birds”
“Don’t worry about a thing,
‘Cause every little thing gonna be all right.
Singin’: “Don’t worry about a thing,
‘Cause every little thing gonna be all right!”
Rise up this mornin’,
Smiled with the risin’ sun,
Three little birds
Pitch by my doorstep
Singin’ sweet songs
Of melodies pure and true,
Sayin’, (”This is my message to you-ou-ou:”)
Singin’: “Don’t worry ’bout a thing,
‘Cause every little thing gonna be all right.”
Singin’: “Don’t worry (don’t worry) ’bout a thing,
‘Cause every little thing gonna be all right!”
Rise up this mornin’,
Smiled with the risin’ sun,
Three little birds
Pitch by my doorstep
Singin’ sweet songs
Of melodies pure and true,
Sayin’, “This is my message to you-ou-ou:”
Singin’: “Don’t worry about a thing, worry about a thing, oh!
Every little thing gonna be all right. Don’t worry!”
Singin’: “Don’t worry about a thing” - I won’t worry!
“‘Cause every little thing gonna be all right.”
“Don’t worry about a thing,
‘Cause every little thing gonna be all right.
Singin’: “Don’t worry about a thing,
‘Cause every little thing gonna be all right!”
Rise up this mornin’,
Smiled with the risin’ sun,
Three little birds
Pitch by my doorstep
Singin’ sweet songs
Of melodies pure and true,
Sayin’, (”This is my message to you-ou-ou:”)
Singin’: “Don’t worry ’bout a thing,
‘Cause every little thing gonna be all right.”
Singin’: “Don’t worry (don’t worry) ’bout a thing,
‘Cause every little thing gonna be all right!”
Rise up this mornin’,
Smiled with the risin’ sun,
Three little birds
Pitch by my doorstep
Singin’ sweet songs
Of melodies pure and true,
Sayin’, “This is my message to you-ou-ou:”
Singin’: “Don’t worry about a thing, worry about a thing, oh!
Every little thing gonna be all right. Don’t worry!”
Singin’: “Don’t worry about a thing” - I won’t worry!
“‘Cause every little thing gonna be all right.”
Subscribe to:
Posts (Atom)

