Tuesday, April 21, 2009

Hal yang Sulit Dimengerti

Banyak hal yang sulit ku mengerti. Dan biasanya ku memilih untuk diam dan diam ketika semua hal yang tidak ku mengerti itu datang menimpaku. Mengapa?

Mungkin banyak orang yang tidak mengerti. Hingga seseorang yang pernah dekat denganku pernah bilang "Kamu kenapa sih Ni?? Kamu gak percaya sama aku?? Share dungs, karna hal itu akan mengurangi bebanmu".
Dan karna aku tetap diam itu pulalah mungkin sekarang semuanya berubah, dan dia sendiri agak menjauh.

Napa biasanya ku pilih untuk diam daripada langsung bicara ke orang lain?
Karna ku takut semua kata-kata yang keluar dari mulutku waktu emosi akan melukai hatiku juga waktu hati ku udah pulih. Emang sering sih ku memilih diam ketika ku diperlakukan tidak adil, karena ketika ku berikan pembelaan, eh malah ku semakin diperlakukan tidak adil. Aku akan memilih diam, dan merenung.

Aneh memang.

Ku memilih diam itu karna ku ingin mencari hal apa yang jadi penyebab, dan ketika sudah ku temukan biasanya ku malah balek bujuk orangnya, meskipun ku sendiri yang nyata-nyata difitnahnya dan disakitinya.

Aneh banget yah?

Tapi hari minggu kemaren, aku bener-bener nemuin jawabannya kenapa.
Cara tiap orang mungkin berbeda. Tapi beginilah caraku dalam menghadapi setiap masalah yang aku hadapi.

Dalam suasana diam itu biasanya ku merenung, banyak membaca hal-hal yang menguatkan hatiku, baik itu firman TJ ataupun buku rohani serta motivator lainnya. Ketika ku temukan hal-hal baru baik itu yang menyakitkan ataupun fakta-fakta tentang masalah itu, ku pasti berdoa untuk itu. Meski tak jarang banjir neh mata, tapi hal tu lebih baik ku rasa. Doaku akan mendatangkan pengharapan yang kuimani. Dan ketika hal itu ku imani, akan ku implementasikan melalui hal-hal yang kulakukan terhadap orang lain yang didasari oleh kasih. Yah Kasih, adakah hal lain yang lebih besar dari itu? Dan ketika kasih itu sudah ku rasakan maka damai sejahtera itu ada dalam hidupku.

Yah..... itulah jawabannya. Napa ku bisa cepat berdamai dengan perih hatiku.
Yah.... itulah alasannya.

Dan baru ku sadari sekarang.

Thursday, April 16, 2009

Wednesday, April 15, 2009

Aku masih bingung

Yupi...

Sampe sekarang aku masih bingung.

Sedih, yupi. Masih tetep sedih.

Aku bingung.

Suatu kali, aku mengusulkan menggunakan 2 rekeningku untuk mengumpulkan santunan dana bantuan dari angkatanku.

Dan terjadilah pertengkaran itu. Aku juga bingung menyebutnya itu pertengkaran atau hanya kemarahan sebelah pihak saja.

Dia adalah orang yang akan selalu nyanyiin "Burung Pipit yang Kecil" bersama ku setiap kali pulang gereja. Yupi, ku suka banget lagu dari Kidung Jemaat itu.

Dia marah karena menggunakan rekeningku, dengan alasan "Nanti kamu repot".
Itu saja. Tak lebih tak kurang.
Aku tetep saja menyediakan dua rekeningku itu. Toh juga hanya menampung bukan ada hal yang lainnya. Toh juga dana disalurkan ke lembaga tertentu dan perwakilan angkatanku yang akan pergi kesana bukan aku.
So gimana dengan aku dan dia??
Semuanya berantakan dan jadi bencana bagiku.
Niat hati ingin membantu mereka yang lagi dirundung masalah, dengan menampung dana di rekeningku.
Tapi itu pula alasannya untuk menjauhi ku dan tak mau baikan lagi. Alasannya "Kita beda pendapat".

Aku sudah minta maaf, untuk kesalahan beda pendapat itu. Tapi sepertinya aku tak dimaafkan dan dia sendiri tak peduli.

Da hampir sebulan seperti ini. Sedihnya....
Aku ga ngerti salahnya dimana, ga da penjelasan.

Hal yang tetap meninggalkan kebingungan buat ku, rasa sedih juga sih.

Apa yang dapat ku lakukan lagi?

Aku sudah berusaha untuk memperbaiki, tapi ku merasa tak dipedulikan. Susah memang.

Tapi walau bagaimana pun, meski ku merasa disakiti, tak dihargai, dan sedikit sakit. Aku tetap harus menghargai dia. Menghargai perbuatan dia meski menyakiti perasaanku.

Monday, April 13, 2009

BUKAN SOAL ITU

Pagi neh waktu periksa-periksa e-mail yang udah 5 hari ga kebuka, q ketemu puisi neh. Puisi yang menggambarkan apa isi khotbah tadi malam dan juga sedikit mengingatkanku akan sesuatu.

BUKAN SOAL ITU

sering ketulusan tak dipandang

kerja keras diacuhkan

pengorbanan tak diindahkan

integritasku dianggap apa?

bersukalah hai jiwaku,

engkau terlalu berharga untuk diabaikan

terlalu besar untuk dipandang sebelah mata

terlalu indah untuk dianggap tak berguna

tak apalah hai jiwaku,

ini bukan soal kamu

ini bukan soal penghargaan

ini bukan soal mempertanyakan kebahagiaan

bukan soal itu


Friday, April 3, 2009

Si Om aneh

Hari minggu seperti biasanya aku gereja. Dan seperti biasa (kecuali ada hal lainnya) ku gereja di HKBP Suprapto.

Pulang gereja, aku sempatin ke Atrium dulu, singgah di toko buku, langsung cabut ke terminal senen.

Sebenernya, kepala ku sudah agak pusing, pandangan sudah agak berkunang-kunang. Biasanya emang ku ga pernah sendiri kalau gereja di sana. Kali ini dan seterusnya mungkin aku harus mulai sendiri.

Turun dari lantai 3 Atrium naik eskalator. Aku langsung jalan ke terminal senen yang letaknya tidaklah seberapa jauh. Keluar dari Atrium mall, tiba-tiba ada seorang Bapak dengan logat orang Indonesia timur datang nyapa aku.

"Mbak nyetop taxi mau ke pencendongan dimana yah?"
"Dari depan Atrium aja Pak atau nyebrang saja."Sahutku
"Maksud saya, taxi yang pake argo"
"Semua tuh Pak, taxi pake argo"
"Mba tinggal dimana???" Mulai dech aneh
"Mampang"
"Yah udah saya antar pake taxi yah"

Syeeeeettttttt dach si Om........
Langsung dech tampa bak bik buk lagi aku jalan sekuat tenaga, meski kakiku sudah gemetaran (mungkin juga karna kesehatanku lom pulih).
Si Om masih manggil-manggil

"Mbak... mbak..."

Lemes, bener-bener lemes rasanya. Naik jembatan penyebrangan- turun lagi. Kerasa dech, kakiku sudah gemetaran. Kepalaku udah mulai pusing lagi.

Syeeeettttt dach!!!!!

Sepanjang jalan aku hanya teriak dalam hati "Jesus help me..."

Aku langsung cari bis, tepatnya sih kopaja 20, yang ke arah mampang. Langsung duduk. Untung ada orang yang juga sepertinya baru pulang gereja juga (pakayan rapi dan bawa alkitab), langasung duduk disebelahku.

Dan setelah bisnya jalan, air mataku tumpah sudah. Naluri kekanak-kanakan dan wanitaku. Aku tetap diam dan berusaha tenang, tapi air mataku tetep mengalir deras sampai aku tiba di kosan.

Pengalaman sedih di hari minggu tu.

Dulu awalnya, waktu masih gereja sendiri, aku naik bus transjakarta, but masalahnya bus yang satu itu udah padat juga jarang-jarang ke arah Ragunan, bisa nunggu 1-2jam di duku atas kalau udah hari minggu malam.

Lom sampe disitu tuh.
Tadi malam, aku pulang agak telat dari kantor. Karena pulang kerja si boss kasih tugas buat report revenue. Aku biasanya pulang naik bus transjakarta tuh. Mungkin karna jalanan di kuningan dan sekitarnya pada banjir, bus jarang datang. Aku nunggu agak lama. Setelah bus datang, dan tiba di halte terdekat dengan kosanku, aku turun.
Dan ada lagi tuh Om aneh nyapa aku lagi.

"Ade yang tinggal di mampang lapan kan?? Lastri kq sombong banget.."

Awalnya aku kira si Om itu lagi ngobrol ma orang lain, but... Syeeeeettthhhh dah, yang jalan searah dengan beliau hanya aku. Aku bergagas turun tangga. OMG, si Om tetep ngekor dari belakang sambil manggil-manggil.

Ga berani noleh lagi dech, soalnya udah tinggal 2 anak tangga lagi jarak aku dan dia. Wah, langsung lompatin tangga-tangga dech aku. langsung muter ke gang arah kosan aku. Ga mau noleh lagi. Meskipun kemungkinan beliau salah orang, but I'm scare. I'm really scare.

Wah... tiap kali aku jalan sendiri sering banget seperti itu.
Dulu waktu dikosan lama juga. Waktu aku kebetulan sendiri ke MAG(Mall Arta Gading), lagi nunggu anggot ke kosan.

Tiba-tiba saja ada mobil pribadi berhenti di depanku, awalnya sih nanyain alamat. Terus nawarin ngantarin aku pulang.
Banyak lagi.
Waktu berangkat kantor juga sering, mobil atau angkot berhenti begitu saja di depanku. Dengan cara yang sama. Nanya alamat dulu, terus nawarin ngantar aku ke kantor atau pulang.

Tapi, Thx God. Sampai sekarang noting yang membahayakan terjadi.
Moga saja selalu seperti itu...